Selasa, 29 Maret 2016

Merpati Di Luar Sangkar


Ketika aku menggenggamnya dia minta lepas, saat sudah ku lepas dia malah terbang bebas. Di mana? Di pohon mana lagi kamu bersinggah? Cepat pulang! Aku tidak mau kamu hilang dan di tangkap pemburu.
Tapi semuanya seakan - akan membuatmu jadi merasa bebas, bagaikan burung merpati yang dilepas oleh tuannya kamu pergi melayang-layang sesuka hatimu, bertengger diranting manapun yang kau inginkan. Tak pernah sedikit pun kamu berpikir bahwa tuan mu selalu menunggumu kembali? Dan menyimpanmu kembali kedalam sangkarnya, bukan untuk mengekang dan tidak membebaskan mu dia hanya ingin kamu selalu ada bersamanya.
Pernah tersirat dalam pikiranku untuk menjauh dan mencari merpati lain. Tapi semua itu seakan sirna saat aku teringat bahwa merpatiku selalu lebih indah dari yang lain, merpati yang tak pernah lelah membuat senyum indah di wajah Tuan nya. Aku tahu merpatiku sangat setia dan bisa membuatku jatuh cinta, tapi aku juga tahu bahwa diluar sana pasti akan ada merpati lain yang suatu saat akan mencintainya juga sama sepertiku.
Hari demi hari ku lihat sangkarnya tetap kosong, padahal pintu nya selalu ku buka agar dia bisa masuk sesuka hatinya. Tapi sampai saat ini tempat itu masih kosong, masih belum ku lihat kecantikkan nya ada disana dan masih belum ku dengar juga nyanyian merdunya. Kemarin saat aku duduk di taman untuk menanti kedatangannya, aku melihat merpatiku di dekat pohon besar dengan Tuan yang lain. Ada senyum di wajah nya saat Tuan nya menggenggam erat tangan nya, tidak seperti saat bersamaku dulu selalu ada kesedihan di wajahnya.
Dia melihat kearahku dengan tatapan sedih dan dia terbang menjauh dari Tuannya, dia terbang menjauh dariku tapi Tuannya tetap mengejarnya. Sedangkan aku hanya memandangnya dengan tatapan sedih, tidak bisa lagi menggenggamnya, tidak bisa lagi menjaganya, dan tidak bisa lagi mendengar nyanyian merdunya. Disana di sangkar yang lain dia telah bahagia, dengan Tuan nya yang selalu membuat nya tersenyum.
Kali ini baru aku sadari, sangkar itu memang seharus nya kosong, sampai suatu saat ada merpati lain yang memasuki nya. Yang aku yakin merpati itu akan lebih indah darinya, dan bukan merpati yang akan meninggalkan Tuan nya sendiri seperti merpati yang sekarang pergi.

Penulis : Dina Wulandari
Lembang, 29 Maret 2016

Sabtu, 05 Maret 2016

Lorong Kenangan



Lembang hujan hari ini ditemani oleh dingin yang menyelimuti kenangan dan kesunyian yang menghiasi nya.Semua orang berhamburan mencari tempat berteduh,sedangkan aku duduk termenung dikoridor sekolah,ditemani gemericik air hujan dan kenangan yang datang bersama air hujan.Disana disudut koridor itu aku melihat ada sepasang kekasih memakai seragam SMA,mereka bercanda sambil bergandengan tangan menunggu hujan yang dari tadi tak kunjung henti.Aku melihat kebahagiaan disana,yang terurai dari wajah mereka,yang membuatku teringat pada kejadian satu tahun lalu dikoridor ini.
Dimana saat itu mentari dan koridor ini lah saksi bisu kisah cintaku dengan nya.Panas terik menemaniku dan teman-teman yang sedang bermain basket,disisi lain aku melihat dia seseorang yang selalu menemaniku disegala suasana,dia sedang duduk didepan sebuah ruangan didekat lab biologi.Senyum selalu terurai dari wajahnya dan aku selalu melihat ada kebahagiaan disana,tapi aku tak pernah tau apa arti dari senyuman itu.
Kenangan,dia selalu mengusik ingatanku yang sudah lama berusaha melupakan nya.Entah karena aku rindu atau memang dengan sengaja kenangan itu datang untuk menghancurkan usahaku melupakan nya.Atau mungkin dia datang untuk mengingatkan bahwa aku pernah menyakitinya?Kumohon kenangan jangan ganggu aku,aku telah menyakitinya dan tak mungkin aku kembali mengganggunya.
Berkali - kali aku mencoba pergi tapi aku selalu terbayang senyum nya.Berkali-kali juga aku mencoba menjauh tapi aku selalu teringat bahwa aku telah menyakitinya.
Kesalahan terbesar ku adalah ketika aku lebih memilih orang lain dari pada dirinya,yang membuat dia berjalan menjauh dan pergi dari hadapanku mungkin selamanya.
Dan sekarang aku masih mengingat nya,mengingat saat dia menjauh dan sekarang tak pernah terlihat lagi.Dan sekarang aku baru menyadari bahwa seseorang yang ku pilih tak sebaik dia yang sekarang pergi.
Kadang aku marah pada kenangan,tapi tak jarang juga aku berterimakasih padanya,karena dengan ini aku bisa menjadi seseorang yang lebih baik.
Kenangan terimakasih sampaikan salam ku ini padanya,maaf telah membuat nya terluka.Aku hanya bisa menulis disebuah kertas untuk mengungkap kan apa yang ku rasa.Kenangan suruh dia membuang semua tentang ku,termasuk boneka itu karena jika aku mengingat nya aku selalu terbayang jika dia terluka.
Kenangan terimakasih aku sudah merasakan karmanya.:)
Tak perlu balasan hanya ingin mengungkap kan.
Tak bisa dengan ucapan hanya mampu dengan tulisan.