Ketika
aku menggenggamnya dia minta lepas, saat sudah ku lepas dia malah terbang
bebas. Di mana? Di pohon mana lagi kamu bersinggah? Cepat pulang! Aku tidak mau
kamu hilang dan di tangkap pemburu.
Tapi semuanya seakan - akan membuatmu jadi merasa bebas, bagaikan burung merpati yang dilepas oleh tuannya kamu pergi melayang-layang sesuka hatimu, bertengger diranting manapun yang kau inginkan. Tak pernah sedikit pun kamu berpikir bahwa tuan mu selalu menunggumu kembali? Dan menyimpanmu kembali kedalam sangkarnya, bukan untuk mengekang dan tidak membebaskan mu dia hanya ingin kamu selalu ada bersamanya.
Pernah tersirat dalam pikiranku untuk menjauh dan mencari merpati lain. Tapi semua itu seakan sirna saat aku teringat bahwa merpatiku selalu lebih indah dari yang lain, merpati yang tak pernah lelah membuat senyum indah di wajah Tuan nya. Aku tahu merpatiku sangat setia dan bisa membuatku jatuh cinta, tapi aku juga tahu bahwa diluar sana pasti akan ada merpati lain yang suatu saat akan mencintainya juga sama sepertiku.
Hari demi hari ku lihat sangkarnya tetap kosong, padahal pintu nya selalu ku buka agar dia bisa masuk sesuka hatinya. Tapi sampai saat ini tempat itu masih kosong, masih belum ku lihat kecantikkan nya ada disana dan masih belum ku dengar juga nyanyian merdunya. Kemarin saat aku duduk di taman untuk menanti kedatangannya, aku melihat merpatiku di dekat pohon besar dengan Tuan yang lain. Ada senyum di wajah nya saat Tuan nya menggenggam erat tangan nya, tidak seperti saat bersamaku dulu selalu ada kesedihan di wajahnya.
Dia melihat kearahku dengan tatapan sedih dan dia terbang menjauh dari Tuannya, dia terbang menjauh dariku tapi Tuannya tetap mengejarnya. Sedangkan aku hanya memandangnya dengan tatapan sedih, tidak bisa lagi menggenggamnya, tidak bisa lagi menjaganya, dan tidak bisa lagi mendengar nyanyian merdunya. Disana di sangkar yang lain dia telah bahagia, dengan Tuan nya yang selalu membuat nya tersenyum.
Kali ini baru aku sadari, sangkar itu memang seharus nya kosong, sampai suatu saat ada merpati lain yang memasuki nya. Yang aku yakin merpati itu akan lebih indah darinya, dan bukan merpati yang akan meninggalkan Tuan nya sendiri seperti merpati yang sekarang pergi.
Tapi semuanya seakan - akan membuatmu jadi merasa bebas, bagaikan burung merpati yang dilepas oleh tuannya kamu pergi melayang-layang sesuka hatimu, bertengger diranting manapun yang kau inginkan. Tak pernah sedikit pun kamu berpikir bahwa tuan mu selalu menunggumu kembali? Dan menyimpanmu kembali kedalam sangkarnya, bukan untuk mengekang dan tidak membebaskan mu dia hanya ingin kamu selalu ada bersamanya.
Pernah tersirat dalam pikiranku untuk menjauh dan mencari merpati lain. Tapi semua itu seakan sirna saat aku teringat bahwa merpatiku selalu lebih indah dari yang lain, merpati yang tak pernah lelah membuat senyum indah di wajah Tuan nya. Aku tahu merpatiku sangat setia dan bisa membuatku jatuh cinta, tapi aku juga tahu bahwa diluar sana pasti akan ada merpati lain yang suatu saat akan mencintainya juga sama sepertiku.
Hari demi hari ku lihat sangkarnya tetap kosong, padahal pintu nya selalu ku buka agar dia bisa masuk sesuka hatinya. Tapi sampai saat ini tempat itu masih kosong, masih belum ku lihat kecantikkan nya ada disana dan masih belum ku dengar juga nyanyian merdunya. Kemarin saat aku duduk di taman untuk menanti kedatangannya, aku melihat merpatiku di dekat pohon besar dengan Tuan yang lain. Ada senyum di wajah nya saat Tuan nya menggenggam erat tangan nya, tidak seperti saat bersamaku dulu selalu ada kesedihan di wajahnya.
Dia melihat kearahku dengan tatapan sedih dan dia terbang menjauh dari Tuannya, dia terbang menjauh dariku tapi Tuannya tetap mengejarnya. Sedangkan aku hanya memandangnya dengan tatapan sedih, tidak bisa lagi menggenggamnya, tidak bisa lagi menjaganya, dan tidak bisa lagi mendengar nyanyian merdunya. Disana di sangkar yang lain dia telah bahagia, dengan Tuan nya yang selalu membuat nya tersenyum.
Kali ini baru aku sadari, sangkar itu memang seharus nya kosong, sampai suatu saat ada merpati lain yang memasuki nya. Yang aku yakin merpati itu akan lebih indah darinya, dan bukan merpati yang akan meninggalkan Tuan nya sendiri seperti merpati yang sekarang pergi.
Penulis : Dina Wulandari
Lembang, 29 Maret 2016