Dulu ketika ku rasakan semilir angin,aku ingin bisa terbang berputar mengelilingi rumah ku.Sampai akhirnya aku berlari ke arah Ibu dan bilang aku mau jadi burung,supaya bisa terbang tinggi dan mengajak ibu jalan-jalan.Ibu meliha ke arahku sambil tertawa geli,sebenarnya apa yang Ibu tertawakan?Apa ada yang lucu?
"Kalo mau terbang tinggi seperti burung kamu harus jadi pilot,dan untuk mencapai semuanya kamu harus rajin dan belajar yang giat.Nanti kalo kamu sudah jadi pilot,jangan lupa ajak Ayah dan Ibu jalan-jalan ya?"
Ibu terseyum sambil melihat ke arahku sambil sebelah tangan nya mengusap rambutku.Aku tersenyum mendengar perkataan Ibu,berarti Ibu mendukung ku.
"Memang ada bu pilot perempuan?"Ibu mengangguk sambil tersenyum,"Ada tapi masih jarang,jadi ibu harap kamu jadi salah satunya.Makanya dari sekarang harus rajin dan giat belajar ya."
Aku selalu tersenyum,bahkan tak bisa berhenti tersenyum bila secara tidak sadar pikiranku kembali ke masa dimana aku bercerita tentang cita-citaku bersama Ibu dulu.Sederhana memang tapi indah untuk dikenang,jadi bukan hal yang aneh bila aku selalu mengingat saat itu.
Sekarang aku sedang terbang bu,seperti yang ku inginkan dulu.Tapi janjiku tak tersampaikan semuanya,aku hanya membawa Ayah terbang tidak dengan Ibu.Ibu sudah pergi terbang lebih dulu dariku,Ibu terbang menjadi bidadari cantik di Surga sana.Tapi ketika aku terbang,aku selalu melihat wajah Ibu dibalik awan.Walaupun kini Ibu telah jauh dariku,aku tau Ibu senang dan bangga melihatku.
Lembang,7 Agustus 2015
Dariku untuk Ibu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar