Sabtu, 28 Mei 2016

Liana



"Buku usang itu kini ada dihadapan nya, dan dia sangat tau bahwa didalam nya ada sebuah kenangan, yang akan membuat nya tersenyum dan seketika menangis. Ya aku tau sekarang, ada duri dibalik bunga indah itu, yang membuatnya meringis kesakitan ditemani air matanya yang mengalir bersama kenangan. Dia kembali mengingatnya, suatu hal yang membuatnya marah bersama air mata, kini teringat lagi dipikiran nya. Sampai kapan itu semua terjadi?"
**
Aku jadi teringat pada masa yang telah lalu, tentang seseorang yang ku kenal di pasar malam. Entah kenapa sampai sekarang, ingatan tentang nya tak pernah terlepas dari pikiranku. Mungkin karena dia manis atau mungkin karena dia menarik, saat itu senyum nya terlihat malu - malu sehingga membuatku semakin ingin mengenalnya lebih jauh lagi.
Setelah kejadian itu aku jadi sering datang ke pasar malam, hanya sekedar ingin bertemu dengan nya dan memang betul aku melihat dia lagi, persis ditempat pertama kali aku melihatnya tepat didepan sebuah rumah kecil tempat menjual lukisan.
Aku mencoba mendekatinya, tapi dia malah berlari menjauh seakan - akan sedang mempermainkanku. Dia berlari kedalam rumah itu, aku mengikuti nya dari belakang. Memang benar kata orang disini banyak lukisan yang bagus karya 1970. Aku jadi sedikit melupakannya, pandanganku beralih melihat lukisan - lukisan yang menempel di dinding. Hingga tepat di ujung rumah itu, aku menemukan nya. Gadis manis yang selalu memperlihatkan senyuman manisnya padaku, tepat dihadapanku dia duduk dikursi tua ditemani senyuman manisnya.
Dan baru ku ingat sekarang, siapa dia yang ku lihat ini. Dia Liana seseorang yang selalu di ceritakan kakek kepada cucu - cucunya. Tentang kebaikan nya dan ketulusan nya, Liana gadis kecil yang selalu menolong hidup semua orang dan ada dalam semua khayal mereka.

***
Penulis : Dina Wulandari
Lembang, 29 Mei 2016

Selasa, 29 Maret 2016

Merpati Di Luar Sangkar


Ketika aku menggenggamnya dia minta lepas, saat sudah ku lepas dia malah terbang bebas. Di mana? Di pohon mana lagi kamu bersinggah? Cepat pulang! Aku tidak mau kamu hilang dan di tangkap pemburu.
Tapi semuanya seakan - akan membuatmu jadi merasa bebas, bagaikan burung merpati yang dilepas oleh tuannya kamu pergi melayang-layang sesuka hatimu, bertengger diranting manapun yang kau inginkan. Tak pernah sedikit pun kamu berpikir bahwa tuan mu selalu menunggumu kembali? Dan menyimpanmu kembali kedalam sangkarnya, bukan untuk mengekang dan tidak membebaskan mu dia hanya ingin kamu selalu ada bersamanya.
Pernah tersirat dalam pikiranku untuk menjauh dan mencari merpati lain. Tapi semua itu seakan sirna saat aku teringat bahwa merpatiku selalu lebih indah dari yang lain, merpati yang tak pernah lelah membuat senyum indah di wajah Tuan nya. Aku tahu merpatiku sangat setia dan bisa membuatku jatuh cinta, tapi aku juga tahu bahwa diluar sana pasti akan ada merpati lain yang suatu saat akan mencintainya juga sama sepertiku.
Hari demi hari ku lihat sangkarnya tetap kosong, padahal pintu nya selalu ku buka agar dia bisa masuk sesuka hatinya. Tapi sampai saat ini tempat itu masih kosong, masih belum ku lihat kecantikkan nya ada disana dan masih belum ku dengar juga nyanyian merdunya. Kemarin saat aku duduk di taman untuk menanti kedatangannya, aku melihat merpatiku di dekat pohon besar dengan Tuan yang lain. Ada senyum di wajah nya saat Tuan nya menggenggam erat tangan nya, tidak seperti saat bersamaku dulu selalu ada kesedihan di wajahnya.
Dia melihat kearahku dengan tatapan sedih dan dia terbang menjauh dari Tuannya, dia terbang menjauh dariku tapi Tuannya tetap mengejarnya. Sedangkan aku hanya memandangnya dengan tatapan sedih, tidak bisa lagi menggenggamnya, tidak bisa lagi menjaganya, dan tidak bisa lagi mendengar nyanyian merdunya. Disana di sangkar yang lain dia telah bahagia, dengan Tuan nya yang selalu membuat nya tersenyum.
Kali ini baru aku sadari, sangkar itu memang seharus nya kosong, sampai suatu saat ada merpati lain yang memasuki nya. Yang aku yakin merpati itu akan lebih indah darinya, dan bukan merpati yang akan meninggalkan Tuan nya sendiri seperti merpati yang sekarang pergi.

Penulis : Dina Wulandari
Lembang, 29 Maret 2016

Sabtu, 05 Maret 2016

Lorong Kenangan



Lembang hujan hari ini ditemani oleh dingin yang menyelimuti kenangan dan kesunyian yang menghiasi nya.Semua orang berhamburan mencari tempat berteduh,sedangkan aku duduk termenung dikoridor sekolah,ditemani gemericik air hujan dan kenangan yang datang bersama air hujan.Disana disudut koridor itu aku melihat ada sepasang kekasih memakai seragam SMA,mereka bercanda sambil bergandengan tangan menunggu hujan yang dari tadi tak kunjung henti.Aku melihat kebahagiaan disana,yang terurai dari wajah mereka,yang membuatku teringat pada kejadian satu tahun lalu dikoridor ini.
Dimana saat itu mentari dan koridor ini lah saksi bisu kisah cintaku dengan nya.Panas terik menemaniku dan teman-teman yang sedang bermain basket,disisi lain aku melihat dia seseorang yang selalu menemaniku disegala suasana,dia sedang duduk didepan sebuah ruangan didekat lab biologi.Senyum selalu terurai dari wajahnya dan aku selalu melihat ada kebahagiaan disana,tapi aku tak pernah tau apa arti dari senyuman itu.
Kenangan,dia selalu mengusik ingatanku yang sudah lama berusaha melupakan nya.Entah karena aku rindu atau memang dengan sengaja kenangan itu datang untuk menghancurkan usahaku melupakan nya.Atau mungkin dia datang untuk mengingatkan bahwa aku pernah menyakitinya?Kumohon kenangan jangan ganggu aku,aku telah menyakitinya dan tak mungkin aku kembali mengganggunya.
Berkali - kali aku mencoba pergi tapi aku selalu terbayang senyum nya.Berkali-kali juga aku mencoba menjauh tapi aku selalu teringat bahwa aku telah menyakitinya.
Kesalahan terbesar ku adalah ketika aku lebih memilih orang lain dari pada dirinya,yang membuat dia berjalan menjauh dan pergi dari hadapanku mungkin selamanya.
Dan sekarang aku masih mengingat nya,mengingat saat dia menjauh dan sekarang tak pernah terlihat lagi.Dan sekarang aku baru menyadari bahwa seseorang yang ku pilih tak sebaik dia yang sekarang pergi.
Kadang aku marah pada kenangan,tapi tak jarang juga aku berterimakasih padanya,karena dengan ini aku bisa menjadi seseorang yang lebih baik.
Kenangan terimakasih sampaikan salam ku ini padanya,maaf telah membuat nya terluka.Aku hanya bisa menulis disebuah kertas untuk mengungkap kan apa yang ku rasa.Kenangan suruh dia membuang semua tentang ku,termasuk boneka itu karena jika aku mengingat nya aku selalu terbayang jika dia terluka.
Kenangan terimakasih aku sudah merasakan karmanya.:)
Tak perlu balasan hanya ingin mengungkap kan.
Tak bisa dengan ucapan hanya mampu dengan tulisan.

Senin, 19 Oktober 2015

Bidadari tak bersayap

Mentari menemaniku disaat sepi

Dia menghapus air mataku dengan kehangatan sinarnya

Dia menemaniku saat bulan telah pergi

Tapi kini dia telah jadi bidadari

Yang lebih indah dari mentari

Bidadari yang ku kenal dari seribu bidadari yang belum aku temui

Senyum nya seakan telah menjadi lukisan indah dihati dan ingatanku

Tawa nya yang selalu memecah keheningan malam

Seakan telah menjadi kawan dihatiku yang sepi


Tidur yang nyenyak ya sayang

Terimakasih sudah jadi temanku


Selamat jalan Hanifah Aryani ({}) doaku menyertaimu ♥♥:'):')

25 Desember 1998 - 20 Oktober 2015

Kamis, 15 Oktober 2015

Impian Ku

Dulu ketika ku rasakan semilir angin,aku ingin bisa terbang berputar mengelilingi rumah ku.Sampai akhirnya aku berlari ke arah Ibu dan bilang aku mau jadi burung,supaya bisa terbang tinggi dan mengajak ibu jalan-jalan.Ibu meliha ke arahku sambil tertawa geli,sebenarnya apa yang Ibu tertawakan?Apa ada yang lucu?
"Kalo mau terbang tinggi seperti burung kamu harus jadi pilot,dan untuk mencapai semuanya kamu harus rajin dan belajar yang giat.Nanti kalo kamu sudah jadi pilot,jangan lupa ajak Ayah dan Ibu jalan-jalan ya?"
Ibu terseyum sambil melihat ke arahku sambil sebelah tangan nya mengusap rambutku.Aku tersenyum mendengar perkataan Ibu,berarti Ibu mendukung ku.
"Memang ada bu pilot perempuan?"Ibu mengangguk sambil tersenyum,"Ada tapi masih jarang,jadi ibu harap kamu jadi salah satunya.Makanya dari sekarang harus rajin dan giat belajar ya."
Aku selalu tersenyum,bahkan tak bisa berhenti tersenyum bila secara tidak sadar pikiranku kembali ke masa dimana aku bercerita tentang cita-citaku bersama Ibu dulu.Sederhana memang tapi indah untuk dikenang,jadi bukan hal yang aneh bila aku selalu mengingat saat itu.
Sekarang aku sedang terbang bu,seperti yang ku inginkan dulu.Tapi janjiku tak tersampaikan semuanya,aku hanya membawa Ayah terbang tidak dengan Ibu.Ibu sudah pergi terbang lebih dulu dariku,Ibu terbang menjadi bidadari cantik di Surga sana.Tapi ketika aku terbang,aku selalu melihat wajah Ibu dibalik awan.Walaupun kini Ibu telah jauh dariku,aku tau Ibu senang dan bangga melihatku.




Lembang,7 Agustus 2015





Dariku untuk Ibu

Rabu, 14 Oktober 2015

Lukisan Sang Malam

Dulu sebelum aku menyukai nya aku tidak suka malam,tapi setelah aku mengenal nya aku jadi suka malam.Bahkan aku selalu menunggu bila malam akan datang,karena saat malam walaupun aku jauh darinya aku masih bisa melihat senyum nya di bagian langit biru yang ditaburi bintang.Menurutku aku orang yang beruntung saat sudah mendapatkan nya,dia menerima semua kekurangan ku dan sepertinya tidak pernah dia pikirkan sama sekali.
Menurutku kisahku dengan nya cukup indah bila harus aku ceritakan,jarak usia yang terpaut jauh sama sekali tidak jadi masalah untuk hubungan kita.Walau terkadang aku selalu memancing-mancing tentang jarak usia,dia selalu jawab dengan jawaban yang sama "Ini tidak masalah,memang apa masalah nya?".Bahkan sesuatu yang menjadikan penghalang di hubungan kita sama sekali tidak pernah dia pikirkan sedikitpun.
**
Langit biru seakan melukis kan wajahmu di bagian nya yang tak berawan.Tawa canda mu selalu menemani kesendirian ku ditengah keheningan malam.Entah harus bersyukur atau merasa senang jika aku sadar kau kini milikku,setiap detik yang aku lakukan bersamamu seakan-akan selalu tersimpan secara otomatis di ingatanku.
Tapi semua telah berubah,setelah sebuah kenyataan menghentikan kisah cinta kita.Meski kini kau telah terbang jauh dari dunia dan ingatanku kisah cintaku tak harus selesai sampai disini.Bahkan ketika benteng besar menghalangi ku untuk menggenggam tangan mu,hatiku bertekad untuk tidak berhenti disini.
Seakan-akan sebuah kenyataan mencambukku agar aku tak sanggup berdiri dan bertahan untukmu,tapi maaf aku tak akan menjadi orang yang lemah aku akan selalu berdiri tegak jika semua ini tentangmu.
**
Malam itu ditengah keheningan malam kau datang menghampiriku untuk mengakhiri semuanya sampai disini.Ini cukup membuatku kaget,bagaimana tidak?Selama ini kau anggap aku sengalanya,tapi sekarang?Kau akhiri semuanya begitu saja.
"Apa ada yang salah dengan hubungan kita?"Dia menggeleng lemah sambil menahan air matanya,yang sebentar lagi air mata itu akan tumpah dan membentuk sungai dipipi nya."Aku tak mencintaimu lagi,mulai sekarang lupakan semua tentang kita dan belajar lah untuk membenciku.Karena aku ingin kamu melupakan ku."Aku kaget dengan apa yang dia bicarakan!Ini bukan seperti dia yang aku kenal."Apa kamu serius?Aku tau kamu tidak akan senekat ini!Aku tidak mau!"Dia menatapku serius,"Terserah jika itu mau mu,simpan saja perasaan mu itu sendiri!Aku akan secepat nya membuka lembaran baru dan menghapus semua bayang-bayang tentangmu!Jangan takut aku tidak akan datang lagi kedalam kehidupan mu,Selamat tinggal!
**
Sakit yang aku rasakan,bila secara tidak sengaja aku mengingatmu.Bukan kah usia bukan halangan untuk kita?Tapi?Aaahh kenyataan cukup membuatku bingung dengan teka-teki nya.Memang kejadian itu sudah satu tahun yang lalu,tapi lukanya belum kering sampai sekarang.
Bidadariku,kini kau melayang jauh menembus awan dan kau lukiskan wajahmu dengan bintang bintang itu.Kamu semakin membuatku yakin bahwa aku takkan pernah melupanmu.
"Lupakan aku.cari jalanmu sendiri!"Kalimat itu masih saja selalu terngiang di ingatanku,seakan-akan menjadi tanda bahwa aku harus bertahan untuk kembali bersamamu.
"Kita beda 15 tahun!Itu bukan jarak yang dekat!Coba kamu pikir!Bahkan kamu seumuran dengan kakak ku yang pertama!"Apa yang dia bicarakan?Kenapa tidak dari awal dia bicarakan semua ini?"Kau bodoh!Harus nya kau bicarakan ini dari awal,bukan sekarang!Lantas apa yang mengganggu mu?"Dia menatap ke arahku dengan tatapan serius."Apa kamu bilang?Banyak hal yang mengganguku dalam hubungan kita,tak usah ku jelaskan satu persatu.Jadi kamu harus terima."
Ah tolong lah ingatanku selalu kembali pada saat dimana kau meninggalkan ku.Ku mohon jangan buat perasaanku terombang-ambing seperti sampan yang terkena deburan ombak.Aku tau kita telah berakhir,tapi ku mohon biarkan aku mengingat kenangan indah nya saja,jangan bagian sedihnya kumohon jangan.Bukan aku tak mau melupakan mu,tapi ini berat kumohon jangan paksa aku!Ini sulit aku tak sanggup!
**
Setelah setahun berlalu kau meninggalkan ku dan menghilang begitu saja,sesuatu yang tak pernah ku tau dulu kini semuanya terungkap.Penyakit yang membuatmu memutuskan untuk pergi meninggalkan ku,kamu benar-benar menepati ucapanmu untuk pergi dari hadapanku.
Bidadariku,kini kau benar-benar menjadi bidadari yang selalu ku lihat disetiap malam,diantara ribuan bintang-bintang yang bertaburan diangkasa.Sudah kah kamu menemukan sayapmu disana?Walau kini kau jauh dariku biarkan aku melihat lukisan wajahmu diantara bintang-bintang itu walau hanya sekejap mata,agar aku bisa selalu bertemu dengan mu diantara mimpi indahku.
***

Lembang,17 Agustus 2015

Selasa, 13 Oktober 2015

Pagar Rembulan di Braga


         “Naha ai kuring bet bogoh ka anjeun Ji?Apan kuring teh karek panggih,kuduna kuring teu bogoh ka anjeun…pira ninggali anjeun jadi we bogoh,dipelet kitunya?”
        Kuring nungguan manehna di dieu bari ningalikeun nu keur laleumpang di alun-alun Bandung,geus dua jam manehna teu datang-datang,cenah balik gawe ngajak papanggih di dieu… “Nahaaaa ai anjeun kamanaa?Anjeun teh can nepi???Atawa mbung papanggih jeung kuring?”
       Asa ngeleper ieu suku,ngabayangkeun mun manehna poho kana jangji.Kahayang mah kuring balik ninggalkeun ieu tempat,tapi da kumaha?hate mah moal bisa di bobodo…hayang keneh nungguan maneh didieu.Ieu leungeun geus ateul hayang nelpon manehna,terus nanyakeun “Ai anjeun geus nepi mana?ieu kuring geus dua jam nungguan anjeun didieu!!”
      “Terr terrr” ieu hape ngageter meni asa bungah,da disangka manehna nu ngamisscall teh.Hate nu asalna bungah asa ngapung ka langit jadi asa disurungkeun ka taneuh nepika tikusruk,pas apal nu ngamisscall lanceuk kuring lain  manehna.”De dimana?Gera balik!!Geus di tanyakeun ku si mamah!Geus rek peuting betah keneh maneh diditu?Sok gera balik ku aa di jemput di hareupeun komplek.”
      Karasa mah berat ieu suku keur di lengkahkeun teh,da nu diarep-arep can datang-datang ti tadi.Kuring kapaksa ngalengkah ninggalkeun tempat eta,mereun manehna poho mun aya jangji.Ieu leungeun gugupay nyetop angkot Sarijadi nu ngaliwat,eta angkot reg eureun harepeun kuring ieu suku ngalengkah naek ka angkot jol aya nu ngageroan ti tukang “Dinaaaaa”.Kuring ngalieuk ka tukang mana horeng  manehna nu ngageroan….ieu hate meni asa bungah ,suku karasa ni laleleus da ningali nu diarep-arep aya diharepeun.Kuring turun deui ti angkot “bretekkk” lumpat nyamperkeun manehna “Neng teu jadi naek angkotna?” kuring masih keneh lumpat ka manehna..teu paduli katukang angkot nu ngageroan..teu paduli ka sakabeh jelema nu ninggalikeun.
      Ayeuna kuring geus aya diharepeun manehna,manehna ningali ka kuring sorot panonna kosong,eweuh seuri eweuh sora.Happpp kuring nangkeup manehna bari ngabetot bajuna “Nahaaa ai anjeun kamana wae??Kuring geus nungguan anjeun lila,sieun anjeun teu datang..sieun anjeun teu nepatkeun jangji.”Manehna masih keneh cicing,manehna nyekelan punduk kuring bari ngomong “Hampura mun kuring nyieun anjeun nungguan,geus tong ceurik apan kuring geus aya didieu ayeuna mah,geuss ahhh jep jep tong ceurik…asa nyeri ieu hate mun ningali anjeun ceurik.”ceuk manehna bari ngusap ieu ci’panon.

**
     Ayeuna geus jam salapan peuting,kuring masih keneh jeung manehna,ngobrol bari seuseurian mun aya nu lucu..ieu leungeun masih keneh nyekelan leungeun manehna,da ieu hate meni karasa mun mbung kaleungitan manehna.Dihandapeun lampu jalan Braga dibaturan ku caangna rembulan.Manehna ngarangkul bari ngomong “Teu karasanya bobogohan teh geus lila,aya mereun satahun mah,inget keneh da kuring mah basa mimiti ningali anjeun didieu dihareppeun toko kue di Braga keur meuli gulali bari buuk di beungkeut kuda tea geuning haha ni lucu.”Kuring seuri bari ningali manehna nu kurang jelas da aya cahaya lampu,manehna katinggali seuri bari ningali ka kuring.”Hayu ah urang jalan-jalan,pan ayeuna teh poean urang jadian.”Ceuk maneh na bari nungtun kuring muter-muter di Braga.Pas keur ngobrol jeung manehna deukeut tihang Si Aa datang nyamperkeun teuing apal ti mana Si Aa kuring aya di dieu jeung manehna.
    Si Aa molotot bari ngomong “Hayu balik geus peuting!!Ulin keneh maneh mah!!Nya ngobrol jeung tihang deuih cageur maneh teh??istigfar!!” Naha ai Si Aa bet ngomong kitu?teu ningali kitu aya Aji gigireun kuring?.”Naon atuh a?ke atuh rek pamit heula ka si Aji,ngomong jeung tihang naon?ngobrol jeung si Aji ge,ieu si Aji aya disisieun.” Si Aa reuwas bari luak-lieuk teuing naon nu diteangan ku Si Aa.”Geus hayu geura balik!!Geus peuting ngalindur maneh mah euweuh sasaha ge didieu!Komo deui si Aji eweuh.”Bari ngabetot kuring ti dekeut manehna,ai Si Aa ngomong naon sih eta manehna aya?kuring ngalieuk ningali ka manehna”Aji kuring balik nya engke mun geus nepi di imah  ku kuring di telpon.”ceuk kuring bari leungeun gugupay ngomong dadah ka manehna,ai manehna ngan ningali bari sorot panonna kosong.”Jigana adi urang geus gelo.”ceuk Si Aa na jero hate.
**
      Isuk-isuk keneh kuring ngabuka hape da titadi hape teh ngageter.Aya sms ti  si Dodi babaturan na Aji  “Dina si Aji cilaka….kamari pas jam 17.35, katabrak mobil dijalan Pasteur ,motorna jeung manehna kageret nepika jalan tol,kabawa 15 km maneh na maot ditempat.”Ah maenya?Bohong ieu mah si Dodi…apal kuring ge mun si Dodi ngabohong,si eta mah jelmana sok ngalucu!!Apan geus jelas pas jam sakitu manehna keur jeung kuring di Alun-alun.Kuring ngahuleung bari mikir,lamun manehna maot ai nu basa peuting saha?Ai nu ku kuring di tangkeup saha?Ai nu jalan-jalan jeung ngobrol basa peuting teh saha?Berati nu ceuk si aa ngomong jeung tihang teh?Alahhhh Ajiiii cikkk atuh tong ngalucu maneh tehh…..ai peuting maen,ngobrol,seseurian ai ayeuna cenah maneh geus eweuh?lucu jii lucu ngalucuna,bari ci panon ngaguyur ngabayangkeun mun ieu teh bener.”Adeeee si Ajii maot kamari….”ceuk Si Aa di hareppeun panto,berarti bener mun manehna geus eweuh ?Berarti malem teh maneh rek pamit ka kuring??Kuring cengkat tuluy make sapatu lumpat kaluar imah,sanajan digeroan ku Si Aa,teu paduli kuring mah hayang panggih jeung manehna.
      Alum-alun meni rame kuring neangan manehna ditempat nu kamari,eweuh manehna didinya “ji…. ai anjeun dimana?cikk atuhh tong indit heula..henteu karunya kitu anjeun ka kuring?”kuring ngagorowok di tengah Alun-alun meh maneh ngadenge “Ajiii dimana anjeun teh??tongg nyumput atuhhh!!” Kabeh jelema ningali ka kuring bari ngabisik ka babaturan nana “Gelo mereun nya budak teh.”
      Kuring lumpat ka jalan Braga ngarepkeun manehna aya didinya,kukurilingan neangan manehna didieu,tetep weh eweuh…”Bener geus balik anjeun teh?Naha teu pamit heula atuh?Ongkoh anjeun teh nyaah?Tapi naha bet ninggalkeun atuh?”
      Ayeuna geus jam salapan peuting,jalan Braga masih keneh sarua jiga peuting kamari pas kuring masih keneh jeung kalangkang manehna.Kuring leumpang bari ngagasruk suku di aspal Braga.”Bruugg” kuring diuk dikorsi,bari jeung ngusapan ci panon,teu nyangka mun maneh geus eweuh ji,”Cing atuh tong indit heulaaa,kuring nyaah ka anjeun”bari jeung ci panon ngaguyur jiga ci hujan,kuring luak lieuk masih keneh neangan manehna..kuring ninggali maneh diditu didekeut korsi nu kamari arurang diuk,maneh seuri ka kuring bari jiga nu mere nyaho mun maneh mbung ningali kuring ceurik deui.Ngan kalangkang maneh kahalangan ku caangna rembulan,seuri manehna katingali samar-samar.Ayeuna jarak urang beuki jauh kahalangan ku caangna rembulan.
     Najan hate hese keur ngalepaskeun manehna,najan rasa moal bisa leungit sanajan anjeun na jauh ti kuring.Ieu rasa ngan saukur keur maneh na.
***

       Pangragajian,04 Mei 2015



Cerpen bahasa sunda yang dibuat sama orang jawa jadi masih banyak kekurangan nya.